Rindu,Jarak,dan Epilog Termanis
Dikala pagi datang bersama riuh-riuh angin hanya rindu yang meluap yang menjelma seolah pedang yang menusuk dari berbagai penjuru aku merasa tak berdaya dikala rindu datang menghujan.
Aku seorang mahasiswi baru di universitas indonesia jurusan akutansi terpaksa berpisah dengan olaf kami menjaling hubungan selama 3 tahun kami dipaksa berpisah oleh jarak karena olaf memilih meneruskan berkuliah di oxford.
Olaf seseorang yang ku kenal sejak pertama masuk smp masih ingat dipikiran ku,kami bertemu saat mos hari pertama waktu itu kami seruangan dan setelah menjalin pertemanan selama 3 tahun kami memutuskan untuk lebih dari teman memang ini seperti mimipi kebetulan yang bahagia.
Hingga tibalah pengumuman kelulusan sma di umumkan semua siswa berlarian melihat di mading sekolah berdempet- dempetan ingin melihat namanya dan kami bersorak senang melihat nama kami,sampai pada suatu malam setelah pengumuman kelulusan olaf menghubungi ku dan ia ingin bertemu besok pagi.
Itu pertemuan terakhir aku dan olaf,olaf menceritakan niatnya untuk kuliah diluar negeri bukan ingin menjauhi ku katanya ,olaf pun berjanji jika selesai kuliah nanti ia akan pulang akan menikahi ku,aku hanya mengiyakan seolah ego menang waktu itu saat olaf berpamitan pada ku.
Jadwal penerbangan olaf jam 10,aku mengantar olaf ke bandara meski aku menahan bendungan air mata saat keluar dari mobil aku tetap terlihat tegar,olaf pun berjalan hendak menaiki pesawat dengan tangis yang tak dapat dibendung aku berlari menuju olaf sambil memeluknya .
Kini tak ada lagi rupa yang selalu menyapa dikala sedih maupun senang.dan aku sekarang berdiri sendiri tidak ada lagi sesosok olaf yang selalu menemani.
Tibalah hari pertama masuk kampus.
Berbeda dengan mahasiswa lain yang penuh wajah gembira untuk memulai kuliah lain denganku yang berjalan menuju kampus sendiri aku seperti tak berdaya bahkan jika ada yang menyapa aku hanya membalas dengan senyuman kecil. Aku sempat terjatuh saat menaiki tangga karena pikiranku yang kosong. Sebuah rupa yang tak pernah ku kenal mengulurkan tangannya
"apakah kau baik-baik saja?"
aku hanya menoleh padanya lalu aku berkata aku baik-baik saja."benar kau tak apa?"tanya nya sekali lagi "ya aku baik"
"Kamu jurusan apa?"
ku lihat jam ternyata aku hampir terlambat hanya ku jawab singkat jurusan akutansi aku duluan ya..
Eehh kenapa wanita ini gumam lelaki itu.
Sesampai di kelas
terdengar suara dari belakang memanggilku
" Naii.."
Aku menoleh kebelakang lalu perempuan dari jarak 10m berlari menuju ku,aku tak ingat itu siapa tapi dia seperti kenal sekali dengan ku setelah berlari dengan jarak lebih dekat aku baru ingat ohh misel..
Misel,teman smp ku bahkan kami sudah seperti saudara keluarga kami cukup dekat semenjak ayahku sekantor dengan ayahnya.
Misel memeluk ku dan berkata " nai lama tak bertemu apa kabar? "
Aku menjawab" iya aku rindu sel,alhamdulillah kabarku baik tapi aku agak sedikit lemas hari ini"aku berkata dengan nada rendah
"Kenapa nai,kau sakit?oh ya kau masih menjalin hubungan dengan olaf?kalian sudah lama sekali pacaran dan sangat awet"
"Masih,kami hanya dipisahkan oleh jarak sementara.ah sudahlah sel" jawabku
Oh maaf nai aku tak bermaksud..ucap misel dengan wajah menyesal sambil menenangkan naifa yang matanya mulai berair..
"Mari masuk ke kelas nanti kita dimarahi dosen masa baru masuk udah berandalan" kata misel dengan menggoda ku
Aku tersenyum
Mata kuliah pertama ku adalah bahasa indonesia,aku menoleh ke papan tapi tetap saja pikiran ku kosong.
Pulang kuliah aku dan misel membuat janji bertemu di sebuah taman
"Wah banyak yang berubah dari misel tak seperti dulu kau masih pacaran?"aku melirik misel dari ujung jilbab sampai kakinya tak ada yang nampak kecuali muka dan telapak tangannya aku senang sekali melihat kau seperti ini..
"Tidak nai,aku tidak pacaran ku kira pacaran akan menjerumuskan ku pada zina walau tak melakukan apa-apa saling tatap juga zina namanya,aku memilih baju seperti ini berawal dari aku sering menemani ibu menghadiri pengajian-pengajian,hingga aku memutuskan untuk berpakain sesuai syariat islam.Awalnya aku rasa belum siap tapi bagaimana jika allah mengambilku dulu sebelum aku benar-benar baik."kata misel
Sesampai dirumah aku mengurung diri aku meratapi yang dibilang misel memang mungkin benar allah menampar ku karena kekeliruan ku membenarkan hubungan itu hingga aku harus dipisahkan sementara.
Mencintaimu bukanlah kebenaran jika harus melakukan hal semacam zina tapi jika cinta lebih baik menjaga pun jodoh pasti dipertemukan oleh allah.
Dengan tekad yang kuat aku pun ingin memeperbaiki diri ,tapi aku masih belum yakin akan sebaik misel dan wanita lainnya.misel mengajak ku ke toko buku, misel memang suka membaca buku bahkan dirumahnya ada perpustakaan kecil.setelah aku menceritakan niatku untuk memperbaiki diri misel mengajak ku ke toko baju syari'i yang biasa dikunjungi misel toko itu terletak di tengah pasar naifa merasa aneh "sel beneran kita beli baju disini?" karena biasanya ia membeli baju di butik-butik misel hanya menorehkan senyum.setelah mencoba baju itu aku bercermin dan merasa tenang seperti ini,misel sambil menghampiri ku tersenyum islam memperlakukan wanita seperti ratu karena itu ia terjaga tidak ada yang dapat menyentuhnya sembarangan.
Mendung pasti berganti,
Tidak ada cara lain selain melawan rindu.
Meski tak pernah lagi mendengar kabar dari olaf,aku selalu menggantungkan olaf dalam langit-langit doa ku,meski banyak laki-laki yang datang untuk mengajak pacaran bahkan memberanikan diri menemui ayah ku,aku tetap ingin menjaga cintaku untuk olaf,aku percaya olah pasti akan kembali memenuhi janjinya.
Cintak tak pernah mengenal jarak dan waktu.
Itu yang ku rasa 3,5 tahun yang panjang telah berlalu setelah suka duka dibangku perkuliahan telah terlalui,aku lulus dengan katagori coumlode yang membuat orang tuaku bangga aku rasa itu tidak lah cukup untuk membalas semua yang mereka berikan pada ku,saat disebutkan nama ku dengan penuh haru orang tua ku meneteskan air mata gembira melihat anaknya memakai toga dengan gelar yang tak semua orang bisa mendapatkan.
Di suatu ketika tiba-tiba aku ingat akan olaf. Sudah lama aku tidak mendapat kabar dari olaf,aku pernah sesekali berfikir olaf sudah memiliki wanita lain atau sudah menikah ah tidak mungkin astagfirullah ucapku sambil meyakinkan diri. Hp ku berbunyi tepat jam 11 malam itu ternyata ada sebuah pesan aku membuka WA ternyata itu dari olaf yang tak pernah memberi kabar,pesan itu berisi bahwa olaf telah sampai di indonesia dan sudah menyelesaikan studinya di oxford
Yang kurasakan saat itu haru terkejut bahagia semuanya bercampur.
Pagi yang cerah dikala itu
Ia datang kerumah ku bersama keluarganya aku terkejut ku kira ia sendiri lalu ku memanggil ayah dan ibu di ruang kerjanya ..
Ibu berkata ada apa nak,
Lalu ibu dan ayah berlari kecil dari ruang tersebut.
Mereka duduk diruang tamu
Setelah sapa menyapa dengan kedua orang tua olaf
" nak olaf sudah pulang rupanya,bagaimna nak sudah selesai studinya?"
"Alhamdulillah sudah pak,saya kesini beniat untuk menepati janji saya pada naifa saya ingin melamar naifa"
"bapak sih setuju aja,bagaimana naifa?"
Naifa hanya mengangguk
Ku kira kau hanya main-main dengan perkataan mu dulu.
"Nai selama menjalin hubungan denganmu apa aku pernah main main"kata olaf dengan menatap naifa lebih dalam
"alhamdulillah kau banyak berubah sekarang."
Aku hanya tersenyum lalu berkata
"Lalu mengapa tidak menghubungiku,seakan kau benar2 hilang?"
"Ya,ini yang ingin ku jelaskan,aku hanya ingin fokus kuliah dan menyelesaikan kuliah lebih cepat lalu menepati janji ku pada mu nai,maafkan aku"kata olaf dengan nada rendah
Aku sangat senang kala itu hingga aku tidak bisa berkata-kita
Seminggu kemudian kami akhirnya melangsungkan pernikahan dengan sederhana sesuai kesepakatan kami.
Ini benar-benar seperti mimpi tak ada yang bahagia ketika penantian kita berakhir manis dan bahagia.
Dan aku percaya bahwa sejauh apa pun seseorang itu pergi ia akan berpulang kerumah ternyamannya.
Komentar
Posting Komentar